Si Kecil Pemalu
Dewi Dee (788)
530 10 14-03-2013
0 suka
06-01-2014, 11:39:32
http://www.sekolah123.com/images/content/articles/si%20kecil%20pemalu_1364445462.jpg Sifat setiap anak memang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Ada yang periang dan mudah bergaul, ada juga yang lebih suka menyendiri dan pemalu. Lalu bagaimana jika Si Kecil adalah anak pemalu, Parents? Sifat pemalu pada anak biasanya terjadi pada saat Si Kecil berbicara dengan anak lain atau terus menerus menundukkan kepala saat diperkenalkan dengan orang lain. Rasa malu ini ditunjukkan oleh Si Kecil sebagai bentuk mengungkapkan rasa kurang familiarnnya ia dengan lingkungan yang baru. Kesulitan dalam beradaptasi dan mendapatkan teman baru biasanya menjadi masalah utama yang dialami oleh anak pemalu. Oleh karena itu dukungan dan pengertian dari Parents sangat diperlukan oleh Si Kecil untuk mengatasi rasa malunya secara perlahan-lahan Anak pemalu biasanya membatasi interaksinya dengan orang lain sehingga mereka kurang memiliki rasa percaya diri dalam kehidupan sosialnya. Maka dari itu, Parents dapat membantu Si Kecil untuk merasa lebih nyaman dalam bersosialisasi sehingga Si Kecil mau lebih terlibat dalam aktivitas di sekitarnya. Beberapa cara agar Si Kecil lebih percaya diri dan dapat menyesuaikan diri di lingkungan sekitarnya: Hindari Label Pemalu Pada saat bertemu atau berkenalan dengan orang baru, usahakan Parents tidak mengatakan bahwa Si Kecil adalah anak pemalu. Label seperti ini akan terus melekat di diri Si Kecil dan akan membuatnya semakin merasa dan memercayai bahwa dirinya adalah sosok yang pemalu. Berikan kata-kata netral dan tidak menghakiminya dengan label pemalu. Dukung Si Kecil Dorong ia menjadi anak yang lebih percaya diri. Jangan ikut menganggap sifat pemalunya ini tidaklah normal sehingga ia jadi tidak terlalu khawatir. Selalu gunakan kata positif kepadanya untuk menyemangati ia melawan rasa malunya. Semakin sering kalimat positif yang ia dengar, pastinya suatu saat nanti ia akan lebih percaya diri. Melatih Kontak Mata Ajarkan Si Kecil untuk melihat mata lawan bicaranya. Latihlah ini terus menerus di rumah berulang kali. Jika Si Kecil tetap takut, katakan padanya untuk melihat batang hidung lawan bicaranya saja ketika berinteraksi dengan orang lain. Bantu Tumbuhkan Percaya Dirinya Berikan Si Kecil kepercayaan dari hal-hal kecil. Misalnya dalam memilih baju sebelum berpergian atau makanan yang disukai ketika hendak memesan di restoran. Hal-hal kecil seperti itulah dapat membantu Si Kecil agar lebih percaya diri. Setelah itu, Parents dapat meningkatkan lagi kondisinya, misalnya membayar barang yang akan ia beli ketika berbelanja di warung atau supermarket. Bersosialisasi Sering-seringlah mengajaknya bertemu dengan orang baru. Atur waktu dan tempat agar Si Kecil dapat bermain dengan teman-temannya. Parents dapat menceritakan terlebih dahulu situasi dan kondisi orang yang akan ia temui, dimana tempatnya, dan lain-lainnya secara jelas. Hal ini dapat membantu Si Kecil lebih nyaman. Temani ia pada menit-menit awal Si Kecil beradaptasi dengan lingkungannya. Setelah itu, buatlah jarak dengan Si Kecil, perlahan-lahan semakin menjauh. Setelah ia merasa nyaman dan sudah dapat bersenang-senang dengan teman-teman barunya, Parents bisa duduk menjauh darinya tetapi tetap dalam area pandangan Si Kecil. Pada saat pulang, minta Si Kecil bercerita kembali kegiatan yang ia lakukan dengan teman-temannya tadi. Berikan pujian atas usahanya melawan rasa malu. Pastinya kepercayaan diri Si Kecil lebih meningkat dari sebelumnya. Semoga bermanfaat ya, Parents! (SM) Sumber : sekolah123.com

 

Download SISKO di Google Playstore (FREE)

Pesan

Notifikasi